Pemerolehan Bahasa Anak Speech delay di KBI Usamah Kota Tegal
Kata Kunci:
Language Aquisitions, Speech Delay, Pemerolehan bahasa, Anak Speech delayAbstrak
Dalam kehidupan sosial bahasa merupakan suatu alat yang digunakan manusia untuk berkomunikasi serta berinteraksi dengan satu dan lainnya. Bahasa diperoleh secara alami oleh setiap individu dan berkembang seiring berjalannya waktu. Pemerolehan bahasa anak merupakan suatu proses yang dilalui individu sebagai upaya untuk menguasai suatu bahasa, mulai dari ucapan kata sederhana sampai dengan penyusunan kalimat yang diperoleh tanpa melalui kegiatan pembelajaran formal. Tujuan penulisan artikel ini untuk menganalisis dari lingkup mana saja anak dengan keterlambatan bicara (speech delay) memperoleh bahasanya selain di lingkup sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang diperoleh melalui hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang didapat anak memperoleh bahasa selain dari lingkungan sekolah yaitu melalui kegiatan terapi yang dilakukan 1-2 kali dalam seminggu, penggunaan gadget melaui media sosial Youtube dan makanan yang dapat menstimulasi gerakan mulut anak. Dalam kehidupan sosial bahasa merupakan suatu alat yang digunakan manusia untuk berkomunikasi serta berinteraksi dengan satu dan lainnya. Bahasa diperoleh secara alami oleh setiap individu dan berkembang seiring berjalannya waktu. Pemerolehan bahasa anak merupakan suatu proses yang dilalui individu sebagai upaya untuk menguasai suatu bahasa, mulai dari ucapan kata sederhana sampai dengan penyusunan kalimat yang diperoleh tanpa melalui kegiatan pembelajaran formal. Tujuan penulisan artikel ini untuk menganalisis dari lingkup mana saja anak dengan keterlambatan bicara (speech delay) memperoleh bahasanya selain di lingkup sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang diperoleh melalui hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang didapat anak memperoleh bahasa selain dari lingkungan sekolah yaitu melalui kegiatan terapi yang dilakukan 1-2 kali dalam seminggu, penggunaan gadget melaui media sosial Youtube dan makanan yang dapat menstimulasi gerakan mulut anak.

