Analisis Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini dalam Bercerita di Kelas B RAM Salafiyah Simbang Kulon

Penulis

  • Awalia Uly Ajnichati UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Kata Kunci:

keterampilan berbicara, bercerita

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan proses pembelajaran anak menggunakan storytelling dalam mengembangkan keterampilan berbicaranya dan menjelaskan faktor-faktor yang membantu dan menghambat penggunaan storytelling untuk meningkatkan kemampuan bicara anak. Metode penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan teknik. Dalam menggunakan metode bercerita, banyak faktor pendukung yang perlu diperhatikan, seperti sumber cerita, media yang digunakan, pokok cerita, kemampuan guru dalam memerankan tokoh, improvisasi, dan pemberian reward kepada anak. . dll. Ada juga faktor seperti pemilihan topik cerita yang cocok, kurangnya minat terhadap media, sifat pelupa, dan sifat anak. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi informasi tentang keterampilan berbicara anak, alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi, dan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara.. Teknik analisis data menggunakan data kualitatif. Penggunaan storytelling menunjukkan bahwa kemampuan berbicara anak terus mengalami peningkatan pada setiap sesi bercerita. Menyajikan cerita yang menarik, seperti mengembangkan dan menampilkan karakter orang, dapat mendorong anak untuk mendengarkan cerita, dan anak dapat berpartisipasi dalam diskusi tentang isi cerita dan mempengaruhi perkembangan keterampilan berbicara anak. Hasil observasi keterampilan berbicara siswa Mereka yang menggunakan metode bercerita berada pada kategori ‘baik’. Berdasarkan data observasi dan wawancara dapat disimpulkan bahwa bercerita dapat meningkatkan dan menstimulasi keterampilan berbicara anak secara signifikan. Hal ini kita lihat di setiap pertemuan, walaupun performanya berbeda-beda, namun anak-anak mengalami kemajuan dalam meningkatkan kemampuan berbicaranya karena performa satu orang tidak bisa dibandingkan.Kesimpulan penelitian ini adalah pengajaran keterampilan berbicara melalui bercerita dapat memotivasi anak untuk belajar secara efektif dengan meningkatkan keterampilan berbicara siswa di RAM Salafiyah Simbang Kulon.Rephrase

Kata Kunci: keterampilan berbicara, bercerita.

Referensi

Diterbitkan

2024-07-09

Cara Mengutip

Analisis Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini dalam Bercerita di Kelas B RAM Salafiyah Simbang Kulon. (2024). SINAU : Seminar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 151-160. https://proceeding.uingusdur.ac.id/index.php/sinau/article/view/2274