Strategi Guru dalam Menstimulasi Pemerolehan Bahasa Kedua pada Anak Berkebutuhan Khusus
Kata Kunci:
Pemerolehan bahasa, anak berkebutuhan khususAbstrak
Perkembangan teknologi dan dunia pendidikan saat ini dapat mempengaruhi perkembangan anak khususnya perkembangan berbahasa. Meskipun semua orang dapat belajar berbahasa dimanapun mereka mau tetapi di satu sisi ada anak yang mengalami keterlambatan perkembangan karena kelainan yang mereka miliki, anak tersebut dapat dibilang anak berkebutuhan khusus, maka mereka sangat membutuhkan pendidikan dan terapi yang khusus. Pemerolehan bahasa bukanlah suatu hal yang rumit bagi anak-anak yang tergolong normal. Berbeda dengan anak pada umumnya mereka yang tergolong anak berkebutuhan khusus ada cara tersendiri untuk pemerolehan bahasanya, cara pemerolehan bahasa pada anak berkebutuhan khusus tidak bisa berlangsung secara cepat harus ada tahapan-tahapannya pada saat menstimulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana strategi guru dalam menstimulasi pemerolehan bahasa kedua pada anak berkebutuhan khusus (ABK). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi guru dalam menstimulasi pemerolehan bahasa kedua pada anak berkebutuhan khusus di KB Cempoko Legokclile yaitu guru menerapkan kegiatan mengobrol santai, mendongeng, membaca buku cerita, menonton video edukatif, dan mengajak anak bersosialisasi sehingga memancing anak untuk mengeluarkan suara. Dari strategi tersebut pemerolehan bahasa kedua pada peserta didik berkebutuhan khusus dapat bertambah dibuktikan dengan peserta didik dapat mengucapkan dua kata yaitu (a dan ba) dalam rentang waktu selama satu tahun.

