Menanam Nilai, Menuai Karakter: Implementasi Pendekatan Deep Learning dalam Pengembangan Moral-Agama Anak Usia Dini
Keywords:
deep learning, nilai moral-agama, anak usia dini, PAUD, pendidikan karakterAbstract
Anak usia dini berada pada golden age perkembangan otak, termasuk kapasitas untuk menyerap nilai moral dan agama, tetapi pembelajaran nilai moral-agama di lembaga PAUD masih didominasi oleh pendekatan hafalan yang minim internalisasi makna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep deep learning sebagai pendekatan pedagogis di PAUD, menganalisis tahapan perkembangan moral-agama anak usia 0–6 tahun, mengkaji implementasi tiga prinsip mindful, meaningful, dan joyful dalam kegiatan pengembangan nilai moral-agama, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian menggunakan metode studi literatur yang bersifat kualitatif deskriptif-analitis, dengan 28 dokumen final yang diperoleh dari Google Scholar, SINTA, Garuda, dan ERIC, dianalisis menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, prolonged engagement, dan audit trail. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama: deep learning merupakan pendekatan pedagogis, bukan teknologi kecerdasan buatan; anak usia 4–7 tahun berada pada tahap moralitas heteronom dan penalaran prakonvensional; ketiga prinsip deep learning dapat diimplementasikan melalui kegiatan bermain, khususnya permainan tradisional; dan keberhasilan implementasi bergantung pada kesiapan pedagogis guru serta ketersediaan infrastruktur. Penelitian ini mengajukan proposisi korespondensi antara tiga dimensi pendidikan karakter Lickona (moral knowing, moral feeling, moral action) dengan tiga prinsip deep learning (mindful, meaningful, joyful) sebagai kerangka konseptual bagi pengembangan nilai moral-agama anak usia dini di lembaga PAUD.


