Cerita Interaktif Berbasis Foto Kehidupan Nyata Anak: Efek Keotentikan Pada Empati Dan Kepedulian
Keywords:
cerita interaktif, foto kehidupan nyata, keotentikan, empati, kepedulian anak, pendidikan anak usia diniAbstract
Perkembangan sosial-emosional anak usia dini merupakan fondasi penting bagi pembentukan karakter dan kemampuan interpersonal di masa depan. Akan tetapi tantangan rendahnya empati dan kepedulian di kalangan anak-anak kian mengemuka di era digital seiring berkembangnya tekhnologi yang semakin pesat. Berdasarkan hal tersebut maka tuntutan inovasi strategi pembelajaran yang kontekstual dan bermakna menjadi sangat penting. Penelitian ini mengkaji efektivitas cerita interaktif berbasis foto kehidupan nyata dalam mengembangkan empati dan kepedulian anak usia dini dengan keotentikan foto sebagai variabel kunci. Menggunakan pendekatan kajian pustaka sistematis penelitian ini menganalisis 22 artikel ilmiah terpublikasi dalam jurnal terakreditasi dan prosiding periode 2018-2025 dengan kriteria inklusi mencakup penggunaan visual autentik, pengembangan empati anak, serta implementasi cerita interaktif di lembaga PAUD. Analisis tematik dengan teknik constant comparative digunakan untuk mengidentifikasi mekanisme kerja keotentikan visual dalam membangun respons empatik dan perilaku prososial. Hasil kajian menunjukkan: (1) keotentikan foto secara signifikan meningkatkan keterlibatan emosional anak dibandingkan ilustrasi fiksi melalui pengenalan konteks personal yang akrab; (2) proses ko-desain foto secara kolaboratif memfasilitasi pengembangan empati kritis dan pemahaman lintas budaya; (3) interaktivitas dalam bercerita dengan elemen visual autentik memperkuat internalisasi nilai-nilai sosial-emosional melalui partisipasi aktif; (4) efektivitas pendekatan ini ditentukan oleh kualitas pendampingan orang dewasa untuk capaian dengan tingkat keberhasilan tinggi pada anak usia 5-7 tahun. Temuan ini berimplikasi pada pengembangan model pembelajaran sosial-emosional berbasis visual autentik sebagai strategi inovatif di lembaga PAUD dengan catatan perlunya protokol etika penggunaan foto anak dan panduan pendampingan terstandar. Penelitian lebih lanjut dengan desain eksperimental dan pendekatan mixed-methods direkomendasikan untuk menguji efektivitas pendekatan ini secara kuantitatif pada berbagai konteks sosial-budaya dan rentang usia anak.


