Analisis Risiko Intervensi Gizi Anak Usia Dini dengan Kondisi Stunting dan Underweight
Keywords:
Anak Usia Dini, Stunting, UnderweightAbstract
Persistensi stunting dan berat badan kurang (underweight) pada anak usia dini merupakan indikasi malnutrisi berat yang secara signifikan menghambat perkembangan kognitif dan meningkatkan risiko kematian anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko utama serta mengevaluasi efektivitas program intervensi yang spesifik dan sensitif terhadap stunting dan berat badan kurang (underweight) pada anak usia dini berdasarkan data empiris. Penelitian ini menggunakan metodologi tinjauan pustaka sistematis. Artikel ilmiah dianalisis menggunakan basis data Google Scholar dan diterbitkan sepuluh tahun kemudian. Sampel yang dianalisis terdiri dari 25 studi yang dipilih secara cermat dan memenuhi kriteria inklusi yang ketat (studi kohort, kasus-kontrol, dan uji klinis acak terkendali), dengan menggunakan metode analisis data kualitatif tematis. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor risiko yang dominan dalam kasus ini adalah berat badan lahir rendah (OR = 2,4), rendahnya akses terhadap sanitasi yang layak (OR = 1,8), dan pola asuh pemberian makan yang tidak memadai. Mengenai penanganan, intervensi gizi spesifik mengacu pada penggunaan pangan lokal dan mikronutrien yang terbukti dapat meningkatkan skor Z TB/U dan BB/U secara signifikan sekitar +0,45 SD selama periode enam tahun, sedangkan intervensi sensitif (edukasi WASH) mengurangi gizi berkelanjutan hingga 35%. Strategi paling efektif untuk secara bersamaan mengurangi prevalensi stunting dan berat badan kurang (underweight) pada anak-anak adalah kombinasi antara intervensi gizi berbasis masyarakat dan sanitasi lingkungan.


