Asesemen Perkembangan Bahasa pada Anak Usia 5 Tahun di RA Muslimat NU Semut Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan

Penulis

  • Azka Khoiriyah Aryani UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Abstrak

Berbicara merupakan suatu bentuk bahasa yang digunakan anak sebagai simbol linguistik dalam 

berkomunikasi untuk menyampaikan gagasan, perasaan, atau emosi yang dirasakannya.Selain 

berkomunikasi melalui simbol-simbol verbal, anak biasanya juga berkomunikasi melalui simbolsimbol nonverbal seperti gerak tubuh dan ekspresi gerakan.Gunakan bahasa tubuh.Ada perbedaan 

besar dalam kemampuan berbicara anak-anak, ada anak yang berkembang dengan cepat dan ada yang 

bicaranya lambat. Anak yang dapat mengeluarkan suara sesuai usianya dianggap memiliki kemampuan 

berbicara yang baik. Namun, jika seorang anak mengalami kesulitan dalam memproduksi suara dan 

memiliki kualitas bicara yang lebih buruk dibandingkan anak-anak pada usia yang sama, anak tersebut 

mungkin mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa. Keterampilan berbicara dan 

berbahasa berkaitan dengan perkembangan kognitif, sensorimotor, psikologis, emosional, dan 

lingkungan anak. Kemampuan berbahasa secara umum dapat dibedakan menjadi kemampuan reseptif 

(mendengarkan dan memahami) dan kemampuan ekspresif (berbicara). Kemampuan berbicara dapat 

dinilai lebih dari kemampuan lainnya, sehingga pembahasan mengenai kemampuan berbahasa lebih 

cenderung melibatkan kemampuan berbicara. Penelitian ini bertujuan : Untuk mengetahui asesemen 

perkembangan bahasa pada anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang melibatkan 2 

anak dengan perkembangan bahasa yang lambat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 

perkembangan bahasa anak kurang yang mana seharusnya di usia 5 tahun anak sudah dapat berbicara 

dengan lancar hal ini di buktikan dengan observasi wawancara dengan guru kelas dan orang tuaBerbicara merupakan suatu bentuk bahasa yang digunakan anak sebagai simbol linguistik dalam
berkomunikasi untuk menyampaikan gagasan, perasaan, atau emosi yang dirasakannya.Selain
berkomunikasi melalui simbol-simbol verbal, anak biasanya juga berkomunikasi melalui simbolsimbol nonverbal seperti gerak tubuh dan ekspresi gerakan.Gunakan bahasa tubuh.Ada perbedaan
besar dalam kemampuan berbicara anak-anak, ada anak yang berkembang dengan cepat dan ada yang
bicaranya lambat. Anak yang dapat mengeluarkan suara sesuai usianya dianggap memiliki kemampuan
berbicara yang baik. Namun, jika seorang anak mengalami kesulitan dalam memproduksi suara dan
memiliki kualitas bicara yang lebih buruk dibandingkan anak-anak pada usia yang sama, anak tersebut
mungkin mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa. Keterampilan berbicara dan
berbahasa berkaitan dengan perkembangan kognitif, sensorimotor, psikologis, emosional, dan
lingkungan anak. Kemampuan berbahasa secara umum dapat dibedakan menjadi kemampuan reseptif
(mendengarkan dan memahami) dan kemampuan ekspresif (berbicara). Kemampuan berbicara dapat
dinilai lebih dari kemampuan lainnya, sehingga pembahasan mengenai kemampuan berbahasa lebih
cenderung melibatkan kemampuan berbicara. Penelitian ini bertujuan : Untuk mengetahui asesemen
perkembangan bahasa pada anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang melibatkan 2
anak dengan perkembangan bahasa yang lambat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa
perkembangan bahasa anak kurang yang mana seharusnya di usia 5 tahun anak sudah dapat berbicara
dengan lancar hal ini di buktikan dengan observasi wawancara dengan guru kelas dan orang tua

Referensi

Diterbitkan

2024-07-23

Cara Mengutip

Asesemen Perkembangan Bahasa pada Anak Usia 5 Tahun di RA Muslimat NU Semut Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. (2024). SINAU : Seminar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 494-500. https://proceeding.uingusdur.ac.id/index.php/sinau/article/view/2241