PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI IMAN KEPADA MALAIKAT ALLAH KELAS X MM C SMK NEGERI 1 KAWUNGANTEN
Kata Kunci:
problem based learning, iman kepada malaikat, hasil belajarAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas X MM C SMK Negeri 1 Kawunganten dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, dengan tingkat ketuntasan hanya 35,29%. Penyebab utamanya adalah metode pembelajaran yang monoton dan kurang bervariasi. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan PBL dalam meningkatkan hasil belajar materi iman kepada malaikat Allah. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas yang terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 17 siswa kelas X MM C SMK Negeri 1 Kawunganten tahun pelajaran 2021-2022. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL meningkatkan hasil belajar siswa di setiap siklus. Pada siklus 1, tingkat ketuntasan mencapai 41,17% dengan nilai rata-rata 70,59. Pada siklus 2, tingkat ketuntasan meningkat menjadi 88,24% dengan nilai rata-rata 81,76. Dengan demikian, pada siklus 2, penelitian dinyatakan berhasil karena tingkat ketuntasan hasil belajar mencapai lebih dari 50%.
Referensi
Ahmad, S. (2013). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Akhmad, S. (2011). Pembelajaran berdasarkan masalah: Problem Based Learning. Diakses dari https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2011/09/28/pembelajaran-berdasarkan-masalah/
Arikunto, S. (1998). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Bambang, M. (1995). Kamus lengkap bahasa Indonesia populer. Surabaya: Bintang Timur.
Dimyati, & Mudjiono. (2013). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Gagne, R. M., & Briggs, L. J. (1992). Principles of instructional design. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Hotimah, H. (2020). Penerapan metode pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan bercerita pada siswa sekolah dasar. Jurnal Edukasi, 3, 1-15.
Kunandar. (2013). Penilaian autentik: Penilaian hasil belajar peserta didik berdasarkan kurikulum 2013. Jakarta: Rajawali Pers.
Manajemen Pendidikan. (n.d.). Kelebihan dan kekurangan model pembelajaran Problem Based Learning. Diakses dari https://www.silabus.web.id/kelebihan-dan-kekurangan-model-problem-based-learning-pbl/
Ibrahim, M., & Nur, M. (2005). Pembelajaran berdasarkan masalah. Surabaya: Unesa Press.
Sudjana, N., & Ibrahim. (1985). Penelitian dan penilaian pendidikan. Bandung: Sinar Baru.
Nurhadi. (2003). Pendekatan kontekstual: Contextual teaching and learning. Jakarta: Depdiknas.
Nurhadi, dkk. (2004). Pembelajaran kontekstual dan penerapannya dalam KBK. Malang: UM Press.
Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Sudijono, A. (2006). Pengantar statistik pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sugiyono. (2010). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Djamarah, S. B. (2008). Psikologi belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Trianto. (2007). Model-model pembelajaran inovatif berorientasi konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. (2003). Jakarta.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 PROSINA PPG : Prosiding Nasional Pendidikan Profesi Guru

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.





