PENERAPAN PEMBELAJARAN CODING SEJAK KELAS V SD DALAM KURIKULUM MERDEKA UNTUK PENINGKATAN LITERASI KEAMANAN DIGITAL
Kata Kunci:
Coding, Literasi keamanan digital, Kurikulum Merdeka, Sekolah Dasar, Tinjauan PustakaAbstrak
Pembelajaran coding seja dini memiliki potensi potensi untuk memperkuat literasi digital siswa, termasuk aspek keamanan digital, namun literatur yang mengkaji implementasi di jenjang SD dalam kerangka Kurikulum Merdeka relatif terbatas. Artikel penelitian pustaka ini bertujuan menggabungkan temuan studi terkait model pembelajaran coding sejak kelas V SD sesuai prinsip Kurikulum Merdeka dan mengidentifikasi dampak terhadap literasi keamanan digital siswa. Metode yang digunakan meliputi pencarian sistematis pada database akademik (misalnya Google Scholar ataupun jurnal pendidikan), dengan kata kunci utama “coding SD”, “literasi keamanan digital”, dan “Kurikulum Merdeka”. Seleksi artikel didasarkan pada relevansi topik, jenjang pendidikan, dan integrasi aspek keamanan digital dalam modul coding. Analisis tematik dilakukan untuk mengelompokkan temuan menurut model pembelajaran, indikator literasi keamanan digital, instrumen pengukuran, dampak yang dilaporkan, serta faktor pendukung dan hambatan implementasi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa sebagian besar studi coding di SD fokus pada berpikir komputasional atau literasi digital umum, sementara integrasi eksplisit literasi keamanan digital masih jarang dijabarkan secara rinci. Faktor kesiapan guru, sarana-prasarana, dan adaptasi materi sesuai prinsip Merdeka (pembelajaran kontekstual dan asesmen autentik) muncul sebagai tema penting. Kesimpulannya, kajian pustaka ini menegaskan perlunya pengembangan modul coding dengan komponen keamanan digital yang terukur, serta penelitian empiris lanjutan untuk mengevaluasi dampaknya di lapangan. Rekomendasi mencakup penyusunan indikator khusus, pelatihan guru, dan desain aktivitas proyek yang menanamkan kesadaran keamanan digital sesuai karakteristik Kurikulum Merdeka.
