PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO ANIMASI INTERAKTIF MATA PELAJARAN IPAS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

Penulis

  • Ummy Fatimah Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan image/svg+xml
  • Tria Amrina Rosyada Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan image/svg+xml
  • Suci Indah Sari Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan image/svg+xml
  • Nisa’ul Karimah Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan image/svg+xml
  • Nova Eliza Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan image/svg+xml
  • Dicky Anggriawan Nugroho Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan image/svg+xml

Kata Kunci:

Media Pembelajaran, Video Animasi interaktif, IPAS, Hasil Belajar

Abstrak

Abstrak: Pendidikan harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk memenuhi tuntutan masyarakat digital yang semakin bergantung pada teknologi. Pembelajaran yang efektif di era digital memerlukan media dengan pendekatan baru yang mendorong interaksi aktif. Namun, masih banyak guru yang belum menyadari pentingnya pemanfaatan teknologi sehingga pembelajaran cenderung konvensional, kurang menarik, dan berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas media pembelajaran berbasis video animasi interaktif pada mata pelajaran IPAS dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian menggunakan metode R&D dengan model ADDIE. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sumber data primer berasal dari guru dan peserta didik kelas IV SDN 01 Kepatihan, serta ahli media dan materi. Sedangkan sumber data sekunder yaitu penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video animasi interaktif memperoleh nilai kelayakan sebesar 83,4% (ahli media) dan 92,5% (ahli materi), keduanya dengan kategori “sangat layak”. Penilaian kepraktisan dari guru sebesar 97,1% kategori "Sangat Baik" dan peserta didik 94% dengan kategori "Sangat Baik". Nilai kefektifan melalui pretest siswa rata- rata 60,9 meningkat menjadi 85,2 pada posttest. Dengan demikian, media ini sangat layak digunakan dan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan kategori sangat tinggi.

Referensi

Diterbitkan

2025-06-30